• Selasa, 6 Desember 2022

Kasus Anak Minim Akhlak Kembali Terjadi, Anak kelas 2 SD Dikeroyok Kakak Kelas, Kini Koma Dirawat

- Kamis, 24 November 2022 | 19:27 WIB
Marcello Widy Frbrian (7)  kelas 2 SD mengalami Koma di Rumah Sakit Islam setelah dikeroyok kakak kelas yang sama sama bersekolah di SDN 1 Jenggolo, Kecamatan kepanjen. (Tangkapan layar)
Marcello Widy Frbrian (7) kelas 2 SD mengalami Koma di Rumah Sakit Islam setelah dikeroyok kakak kelas yang sama sama bersekolah di SDN 1 Jenggolo, Kecamatan kepanjen. (Tangkapan layar)

HARMASNEWS - Fenomena anak minim akhlak semakin memprihatinkan saja belakangan ini, kejadian menyedihkan kembali terjadi, kali ini terjadi di kabupaten Malang.

Viral diberbagai linimasa, seorang anak bernama Marcello Widy Frbrian (7) kelas 2 SD mengalami Koma di Rumah Sakit Islam setelah dikeroyok kakak kelas yang sama sama bersekolah di SDN 1 Jenggolo, Kecamatan kepanjen.

Kisahnya bocah asal Desa Kalinyamat Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini mengaku dikeroyok kakak kelasnya.

Hal itu juga diakui oleh Ibu kandung Marcello yang merasa sedih dan terpukul hatinya atas kejadian itu.

“Dia Dikeroyok oleh kakak kelasnya, kok tega kakak kelasnya ,” ucap Ibu korban Dewi Sulistyowati kepada wartawan pada tanggal 21 Nopember 2022 lalu.

Menurut Dewi seperti dikutip Harmasnews Kamis 24 Nopember 2022, Marcello mengaku dikeroyok oleh kakak kelasnya tersebut. Saat pulang sekolah.

Kronologis kejadian, Korban sempat bercerita dianiaya pada Jum’at 11 Agustus 2022, saat pulang sekolah, tepatnya di jembatan sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, korban dikeroyok oleh kakak kelasnya, Korban Sempat Mengeluh Sakit Di Bagian Kepala dan Perutnya.

“Sebelum koma anak saya mengeluh Kesakitan di bagian kepala dan perut. Dan Menyebut Nama Pelaku (R) Sebelum tidak sadarakan Diri bahkan anak saya juga mengaku kalau dirinya mendapat perlakuan penganiyaan oleh para siswa lain yang juga rekan kakak kelasnya sendiri,” ujar ibu korban.

Korban Marcello Widi febrian mendapatkan perawatan dan dinyatakan Koma oleh Pihak Rumah Sakit Tempat Korban di Rawat sejak Kamis 17 November 2022, di Rumah Sakit Islam Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Orang tua korban berharap keadilan dan polisi menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kami berharap agar pihak Sekolah, kepolisian bisa menindaklanjuti kasus penganiyaan ini, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, serta memberikan hukuman setimpal bagi para pelaku,"harapnya.***

Halaman:

Editor: Cokie Sutrisno

Sumber: @mackcomback

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Langgar Izin Tinggal, WNA Asal Malaysia Dideportasi

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:04 WIB

Pengedar Pil Koplo di Purbalingga Dibekuk Polisi

Rabu, 30 November 2022 | 12:53 WIB
X