• Selasa, 6 Desember 2022

Cerita Pilu Ayu Selamatkan Putrinya Saat Gempa Cianjur, Tetap Peluk Erat Dalam Genggaman

- Rabu, 23 November 2022 | 09:25 WIB
Ayu Rahayu sedang menemani anaknya, Nur Alika (kanan) yang mengalami lula di kepala dan pelipis matanya dirawat di RSUD Sayang pasca gempa berkekuatan 5.6 magnitudo mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) siang. (Indra yoga/VOA)
Ayu Rahayu sedang menemani anaknya, Nur Alika (kanan) yang mengalami lula di kepala dan pelipis matanya dirawat di RSUD Sayang pasca gempa berkekuatan 5.6 magnitudo mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) siang. (Indra yoga/VOA)

HARMASNEWS - Sebagian besar korban tewas dan luka-luka akibat gempa bumi hari Senin (21/11) di Cianjur, Jawa Barat, adalah anak-anak.

Kuat dugaan buruknya konstruksi bangunan sekolah menjadi penyebabnya.Demikian dikutip Harmasnews dari maling voaindonesia, Rabu 23 Nopember 2022.

Ayu Rahayu, usia 35 tahun menceritakan pengalamannya saat terjadi gempa bumi yang berkekuatan Magnitudo 5,6 di posko darurat yang dibangun di halaman RSUD Sayang, Cianjur.

Ayu mengatakan Putrinya, Nur Alika, yang berusia tujuh tahun, tak ingin melepas genggaman ibunya seperti dilansir kepada VOA saat ditemui hari Selasa (22/11).

"Pas kejadian (gempa.red), dia yang terakhir keluar. Orang-orang (teman-temannya.red) pada keluar, dia terakhir keluar lalu jatuh. Habis itu dia ketindih (tertimpa reruntuhan.red), lalu ada yang ambil, tidak tahu siapa. Dibawa ke RS Sayang ini. Dari jam 2 saya cari-cari baru ketemu jam 6,"katanya.

Mengutip cerita anaknya, Ayu mengatakan Nur Alika yang duduk kelas satu, dan teman-teman sekelasnya di SD Benjod, Cianjur, sedang mengikuti pelajaran ketika gempa mengguncang Senin siang. Mereka langsung lari keluar kelas.

Ironisnya Alika terjatuh dan kemudian tertimpa bangunan sekolah yang ambruk. Ia ditemukan beberapa jam kemudian dalam kondisi selamat, tetapi bagian kepala dan pelipis matanya luka-luka. Ayu berharap putrinya bisa segera pulih dan diizinkan meninggalkan posko darurat itu.

Lain lagi cerita Dede, usia 33 tahun, yang keluarganya luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan.

"Waktu itu anak saya lagi di rumah bersama ibunya, sama anak yang dua lagi. Lagi di rumah lalu tiba-tiba secara spontan langsung roboh rumahnya, jadi tidak bisa menyelamatkan diri intinya. Langsung roboh bangunannya, rata sama tanah, bangunannya habis,” ujarnya lirih.

Mereka sekeluarga selamat tetapi putri bungsunya, Salmatu Sa’adah, yang berusia empat tahun, mengalami luka parah di tangan kanan dan kepala karena tertimpa rumah.

Halaman:

Editor: Cokie Sutrisno

Sumber: Indra Yoga/VOA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Langgar Izin Tinggal, WNA Asal Malaysia Dideportasi

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:04 WIB

Pengedar Pil Koplo di Purbalingga Dibekuk Polisi

Rabu, 30 November 2022 | 12:53 WIB
X