Keren, Kepala MI Muhammadiyah Wangon Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Green Principal Award 2023

- Senin, 23 Januari 2023 | 17:08 WIB
Kepala MI Muhammadiyah Wangon Samsuri, M.Pd berhasil raih penghargaan Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives dalam Indonesia Green Principal Award (IGPA) 2023. (Foto : Dok. Samsuri)
Kepala MI Muhammadiyah Wangon Samsuri, M.Pd berhasil raih penghargaan Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives dalam Indonesia Green Principal Award (IGPA) 2023. (Foto : Dok. Samsuri)

HARMASNEWS - Kepala MI Muhammadiyah Wangon Samsuri, M.Pd berhasil raih penghargaan Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives dalam Indonesia Green Principal Award (IGPA) 2023.

Indonesia Green Principal Award atau IGPA adalah program mengenai sirkular ekonomi yang diselenggarakan oleh Janitra Bhumi Indonesia Education Consulting di Gajah Mada University Club Hotel tanggal 19-21 Januari 2023.

IGPA juga bekerjasama dengan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) dan Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) dan juga Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: Anak anak MI Muhammadiyah Wangon Gelar Market Day, Ini Penjelasannya

Ada 22 peserta terdiri dari Kepala SD , SMP, SMA Muhammadiyah dari Jawa Timur, Jawa Tengah , Jawa Barat dan Jakarta yang mengikuti kegiatan bergengsi ini.

Samsuri, M.Pd meraih penghargaan Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiatives tentang strategi bagaimana cara agar bisa masuk ke sekolah-sekolah dan memasyarakat hingga mendunia.

Hari pertama kegiatan IGPA 3 peserta diajak touring ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kab. Bantul dibangun tahun 1994 dan Mulai beroperasi sejak tahun 1996 – sekarang.

Baca Juga: Pelantikan IMM Banyumas, Bupati Husein : Jadilah Pemuda yang Mengguncang Dunia dengan Ilmu

Peserta IGPA 3 melakukan observasi dilokasi dan dilanjutkan belajar di Sekolah Sampah Ringas Trengginas milik Pak Dwi Wantara, ST.,MT. dikediamanya Padukuhan Palem, Baturetno Banyutapan, Bantul.

Pak Dwi menjelaskan proses pengelolaan sampai menjadi barang – barang kerajinan dan mempunyai nilai jual , bahkan sudah bekerjasama dengan komunitas Rapel pengelola aplikasi online distribusi sampah. Aplikasi ini persis Gojek, Bedanya, yang diantar jemput adalah berwujud sampah.

Halaman:

Editor: Cokie Sutrisno

Sumber: Tim HarmasNews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X