HARMASNEWS - Bengkel Batu Akik Drajat Sukma Wijaya di Desa Gelang RT 04/RW 2 Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah tetep eksis walau jauh setelah booming
Sring...sring...", suara besi beradu benda keras sesekali terdengar di Bengkel Batu Akik. Kemudian senyap, hanya deru suara motor mobil lalu lalang di jalan raya Gelang Rakit Banjarnegara.
Tidak lama kemudian suara sring sring muncul lagi. Sesekali tamu berdatangan ada yang cari emban atau pengikat batu akik, ada yang moles dan ambil orderan.

Itulah suasana saat ini di Bengkel Bati Akik Drajat Sukma Wijaya Senin siang 16 Januari 2023.
Jelas, suasana ini berbeda saat booming batu akik tahun 2014 - 2015 silam. Suatu sring nyaris tidak berhenti sepanjang hari, tamu berkerumun cari emban dan ngantri lagi.
Mereka silih berganti datang ke tempat ini, padahal kala itu tempat pembuatan batu akik 'balatak' (banyak) di daerah ini. Banjarnegara dann Purbalingga salah satu sentra penghasil bebatuan bercorak yang laris di pasaran.
Itu dulu, sekarang sepi, pengusaha batu tumbang satu persatu, perajin batu akik gulung tikar, tinggal beberapa buah saja. Di Kabupaten Banjarnegara saja bisa dihitung dengan jari.

Salah satu yang eksis adalah Bengkel Batu Akik Drajat Sukma Wijaya di Gelang Rakit Banjarnegara. Walaupun tidak seramai saat booming, Drajat tetap bertahan dan ini sudah menjadi ladang duit baginya.
Perlahan namun pasti, Drajat Sukma Wijaya eksis bergelut di dunia perbatuan.
"Alhamdulillah pesanan tidak pernah berhenti, ada saja yang datang ke sini. Sebagian lagi justru online. Ya kita harus memanfaatkan medsos mas," kata Drajat saat ngobrol dengan Harmasnews.

Drajat juga mengakui dan merasa bersyukur berkah batu akik dapat membangun rumah dan membeli sepeda motor serta perlengkapan kerja lain.
Bahkan saat ada order poles batu untuk taman, ia memanggil tenaga lain yabg duku bekerja bersamanya.
Artikel Terkait
Kades se Banjarnegara Bergerak ke Jakarta Gelar Aksi Demo Besar - Besaran Bersama 30 Ribuan Kades se Indonesia
Bergas Catursasi P: Polda Jateng Sanggup Sentuh Titik Krusial Dalam Penanganan Bencana
Panglima TNI dan Kapolri Jadi Aktor Pagelaran "Pandowo Boyong"
Diduga jadi Provokator, Tiga Siswa SMK Dr Seotomo Cilacap Diamankan Polisi
PIhak SMK Komputama Sesalkan Penyerangan Sekolahnya, Maslan Durori : Jam Belajar Kok Mereka Bisa Berkeliaran ?
BMKG Imbau Warga Pesisir Waspadai Gelombang Tinggi pada 17 - 18Januari 2023