Pemkab Lumajang Jawa Timur Tetapkan 14 Hari Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:45 WIB
Luncuran Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru menerjang Jembatan Gladak Perak di Lumajang, Jawa Timur, Minggu  (Foto:Tangkapan layar Antara )
Luncuran Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru menerjang Jembatan Gladak Perak di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (Foto:Tangkapan layar Antara )

HARMASNEWS - Sejak hari Minggu 4 Desember 2022 Pemkab Lumajang Jawa Timur menetapkan 14 hari masa tanggap darurat erupsi Semeru paska Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunungapi Semeru dari level III (Siaga) menjadi IV (Awas).

Dilansir Harmasnews dari ANTARA hari ini, Senin 5 Desember 2022 menyebakan ditetapkannya 14 hari tanggap bencana karena Gunung Semeru menguarkan awan panas guguran (APG) atau sering disebut wedus gembel.

Bupati Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mengunjungi Pos Pengungsian Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Minggu menegaskan bahwa SK tanggap darurat akan segera ditandatangani.

Tanggap darurat ditetapkan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

"Untuk itu masyarakat yang berada di zona merah diminta untuk mengosongkan tempat dan mengevakuasi diri di posko pengungsian yang telah disediakan," tandasnya.

Bupati juga memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan konsolidasi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. "Hal tersebut harus dilakukan karena para pengungsi tersebar di beberapa tempat dan penyebarannya lebih luas," ucap bupati lagi.

Seperti diketahui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi) seiring dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Awas.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 19 km.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). 

Halaman:

Editor: Muklas Hamidi

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X