• Selasa, 6 Desember 2022

Jumlah Korban Gempa Cianjur Terus Bertambah, Pemkab Laporkan 252 Meninggal Dunia, Lebih 7000 Orang Mengungsi

- Selasa, 22 November 2022 | 20:05 WIB
Diantara bangunan sekolah yang rusak  (Foto: Tangkapan layar Antara )
Diantara bangunan sekolah yang rusak (Foto: Tangkapan layar Antara )

HARMASNEWS - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Senin 21 November 2022 kemarin, terus bertambah. Berdasarkan informasi Pemkab Cianjur, hari ini mencapai 252 tercatat meninggal dunia dan 31 orang masih dalam pencarian.

Sementara jumlah warga yang terluka terdata 377 orang dan yang mengungsi lebih dari 7000 orang. Catan BPBD setempat, jumlah rumah yang rusak tercatat 2.834 rumah. Belum lagi perkantoran serta fasilitas umum lainnya seperi jalan, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan.

Sementara daerah terdampak gempa meliputi Cianjur, Sukalayu, Pacet, Karang Tengah, Cilaku, Gekbrong, Warung Kendang, Cugenang, dan Cibeber.

Berdasarkan data BMKG hari ini terjadi tiga kali gempa berkekuatan antara 2,6 - 2,9. Pertama terjadis pada pukul 13.43 WIB berkekuatan 2,9 Magnitudo dengan kedalaman gempa 9 Km, pusat gempa berada di darat 5 Km barat laut Cianjur dirasakan II - III Pacet, II - III Ciherang.

Kemudian pukul 16.25 WIB dengan kedalaman gempa 8 Km, pusat gempa berada di darat 6 Km barat laut Cianjur dirasakan II Cilaku.

Dan ketiga pukul 17.33 WIB dengan kedalaman gempa 4 Km, pusat gempa berada di darat 6 Km barat laut Cianjur dirasakan III Cibeber, III Pacet.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Cianjur, Jawa Barat, mencatat gempa magnitudo 5,6 di daerah itu menyebabkan 142 bangunan SD dan SMP rusak berat di tiga kecamatan, sehingga proses belajar mengajar dilakukan secara dalam jaringan.

Sementara dikutip Harmasnews dari Antara menyebutkan, bahwa jumlah sarana pendidikan yang rusak mencapai ratusan. Seperti disampaikan Kepala Disparpora Cianjur Akib Ibrahim di Cianjur, Selasa, sekolah yabg mengalami rusak berat, sedang, dan ringan terdiri atas 121 bangunan SD dan 21 bangunan SMP tersebar di Kecamatan Cugenang, Cianjur, dan Pacet.

Menurut dia, dinas masih melakukan pendataan karena ada beberapa desa masih terisolir, namun data sementara yang sudah masuk baru 142 bangunan sekolah yang rusak, sehingga pembelajaran dilakukan daring sampai penanganan gempa tuntas.

Disampaikan Akib, diantara sekolah yang rusak, sebagian nyaris rata dengan tanah, namun pihaknya masih memastikan di sejumlah desa di Kecamatan Cugenang dan Pacet yang masih terisolir.

Halaman:

Editor: Muklas Hamidi

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X